Ngakak Boz - Portal Humor & Satir Indonesia

"Sumber Berita Paling Tidak Bisa Dipercaya Se-Indonesia"

Newswire
Harga cabe turun 0.5%, emak-emak se-Indonesia rayakan dengan tumpenganWiFi gratis di taman kota bikin produktivitas warga menurun 200%Kucing oranye dideklarasikan sebagai hewan nasional tidak resmiStudi: orang yang reply 'wkwk' sebenarnya tidak tertawaOjol tercepat se-Jakarta ditemukan ternyata mantan pembalap liarGen Z resmi mengubah jam kerja menjadi 'vibes-based scheduling'Harga cabe turun 0.5%, emak-emak se-Indonesia rayakan dengan tumpenganWiFi gratis di taman kota bikin produktivitas warga menurun 200%Kucing oranye dideklarasikan sebagai hewan nasional tidak resmiStudi: orang yang reply 'wkwk' sebenarnya tidak tertawaOjol tercepat se-Jakarta ditemukan ternyata mantan pembalap liarGen Z resmi mengubah jam kerja menjadi 'vibes-based scheduling'
Pantun & Kata-kata

Pantun Bahasa Sunda Lucu dan Artinya: 25 Sisindiran Orisinal

Oleh Mas Komedi·5 September 2026·10 menit baca
Pantun Bahasa Sunda Lucu dan Artinya: 25 Sisindiran Orisinal
Ilustrasi dua sahabat Sunda saling berbalas pantun di beranda rumah bambu dengan latar sawah

Pantun bahasa Sunda dalam tradisi Jawa Barat disebut sisindiran: empat baris berima yang terdiri dari dua baris sampiran (cangkang) dan dua baris isi (eusi). Artikel ini berisi 25 sisindiran lucu karangan sendiri, masing-masing disertai arti dalam bahasa Indonesia, supaya kamu yang belum lancar berbahasa Sunda tetap bisa memakainya untuk bercanda dengan teman, keluarga, atau pasangan.

Jawaban cepat: pantun Sunda yang lucu biasanya memakai benda sehari-hari khas Tatar Sunda sebagai sampiran, seperti peuyeum, surabi, bajigur, atau nama daerah, lalu menutup dengan isi yang jujur tentang kebiasaan kita sendiri: telat, boros, malas bangun, atau gombal yang gagal. Pilih kata yang sopan (basa lemes) kalau ditujukan ke orang yang lebih tua.

Apa Itu Pantun Bahasa Sunda (Sisindiran)

Bahasa Sunda dipakai oleh masyarakat di sebagian besar Jawa Barat dan Banten, dan termasuk bahasa daerah dengan jumlah penutur terbanyak di Indonesia setelah bahasa Jawa. Gambaran tentang dokumentasi dan kekhasan bahasa Sunda bisa dibaca di catatan Badan Bahasa tentang bahasa Sunda. Dalam bahasa ini, bentuk puisi rakyat yang setara dengan pantun disebut sisindiran, dan kajian bentuknya tersedia di kajian sisindiran dari jurnal Patanjala.

Aturannya mirip pantun Melayu: empat baris, rima a-b-a-b, dua baris pertama sampiran (cangkang), dua baris terakhir isi (eusi). Perbedaan utamanya ada pada kosakata dan tingkat tutur. Bahasa Sunda mengenal basa lemes (halus) dan basa loma (akrab). Kata "abdi" dan "anjeun" tergolong halus, sedangkan "kuring" dan "maneh" dipakai antar teman dekat saja. Untuk orang tua atau orang yang baru dikenal, pakai kata halus supaya candaannya tidak berubah jadi kurang sopan.

Kalau kamu ingin membandingkan dengan pantun daerah lain, situs ini juga punya koleksi pantun bahasa Jawa dan pantun Betawi. Untuk versi Sunda yang lebih pendek dan ringan, koleksi pantun Sunda lucu bisa menjadi pelengkap artikel ini.

Jenis Sisindiran: Paparikan, Rarakitan, Wawangsalan

Sisindiran dibagi menjadi tiga bentuk. Mengenali ketiganya membantu kamu menulis pantun yang terasa "Sunda", bukan sekadar pantun Indonesia yang diterjemahkan.

Paparikan adalah bentuk paling umum. Sampiran dan isi hanya berhubungan lewat bunyi akhir. Contoh karangan sendiri:

Ka kebon ngala jambu,
jambuna asak sabagian.
Mun sobat keur butuh bantu,
tong nungguan dipentaan.
Arti: Ke kebun memetik jambu, jambunya matang sebagian. Kalau sahabat sedang butuh bantuan, jangan menunggu diminta.

Rarakitan mirip paparikan, tetapi kata pertama baris satu diulang pada baris tiga, dan kata pertama baris dua diulang pada baris empat. Contoh:

Ulah sok ka Cikalong,
mun can boga nasi timbel.
Ulah sok ngomong sombong,
mun gawe can boga hasil.
Arti: Jangan pergi ke Cikalong, kalau belum punya nasi timbel. Jangan bicara sombong, kalau kerja belum ada hasil.

Wawangsalan berbentuk dua baris dan mengandung teka-teki: baris pertama adalah petunjuk, baris kedua menyimpan jawabannya dalam bunyi kata tertentu. Contoh yang sudah turun-temurun di masyarakat Sunda adalah "Belut sisit saba darat, kapiraray siang wengi". Belut bersisik yang hidup di darat adalah oray (ular), dan bunyi "oray" tersembunyi dalam kata "kapiraray". Bentuk ini paling sulit dibuat, jadi artikel ini fokus pada paparikan dan rarakitan.

Ilustrasi kartun keluarga Sunda berkumpul di rumah kampung sambil tertawa mendengar pantun
Sisindiran paling hidup saat dibacakan bergiliran di kumpul keluarga, lengkap dengan camilan dan teh hangat.

Pantun Sunda Lucu tentang Kebiasaan Sehari-hari

Tujuh pantun berikut menertawakan kebiasaan yang hampir semua orang punya: gagal diet, sinyal lemah, gaji cepat habis, dan janji bangun pagi. Semuanya memakai basa loma yang akrab, cocok untuk teman sebaya.

  1. Ka pasar meuli surabi,
    surabina oncom sagala.
    Unggal isuk nimbang deui,
    angkana naek teu karasa.
    Arti: Ke pasar membeli serabi, serabinya serba oncom. Setiap pagi menimbang lagi, angkanya naik tanpa terasa.
  2. Manuk titiran eunteup di jati,
    disada bari ngagoyang.
    HP mahal meuli kamari,
    sinyalna ukur sabatang.
    Arti: Burung tekukur hinggap di pohon jati, berbunyi sambil bergoyang. HP mahal dibeli kemarin, sinyalnya cuma satu batang.
  3. Meuli peuyeum ti Cimahi,
    dibawa ka Padalarang.
    Niat diet ti tadi,
    ningali bakso langsung ilang.
    Arti: Membeli tape singkong dari Cimahi, dibawa ke Padalarang. Niat diet sejak tadi, melihat bakso langsung hilang.
  4. Masak mie tengah peuting,
    kuahna haneut jeung endog.
    Niatna mah ngan sapiring,
    bungkusna aya tilu di kolong.
    Arti: Memasak mi tengah malam, kuahnya hangat dengan telur. Niatnya hanya sepiring, bungkusnya ada tiga di kolong.
  5. Motor bodas dibawa ka Lembang,
    nanjakna kudu didorong.
    Gaya mah siga nu senang,
    bengsin saliter ge ngahutang.
    Arti: Motor putih dibawa ke Lembang, menanjaknya harus didorong. Gayanya seperti orang senang, bensin seliter pun berutang.
  6. Gajih datang tanggal hiji,
    tanggal lima geus ngahuleng.
    Cenah mah rek nabung deui,
    dompet kosong molongpong.
    Arti: Gaji datang tanggal satu, tanggal lima sudah termenung. Katanya mau menabung lagi, dompet kosong melompong.
  7. Sampeu dibubuy dina hawu,
    asakna nepi ka jero.
    Cenah mah rek hudang subuh,
    hudangna geus wanci lohor.
    Arti: Singkong dibakar di tungku, matangnya sampai ke dalam. Katanya mau bangun subuh, bangunnya sudah waktu zuhur.

Kalau ingin versi bahasa Indonesia dengan tema serupa, lihat pantun kocak dan pantun jenaka yang polanya bisa kamu alihkan ke bahasa Sunda.

Ilustrasi teman saling membacakan pantun lucu tentang kebiasaan datang terlambat
Pantun untuk teman terasa lebih dekat saat mengambil bahan candaan dari kebiasaan kecil sehari-hari.

Pantun Sunda Lucu buat Teman

Lima pantun ini cocok dikirim ke grup teman atau dibacakan saat nongkrong. Sasarannya kebiasaan teman yang lupa bayar patungan, lupa mengembalikan pinjaman, atau terlalu banyak bercanda.

  1. Sobat abdi resep ngopi,
    diuk di warung sisi gang.
    Mun diajak patungan tadi,
    ngadadak cenah dompet ilang.
    Arti: Sahabatku suka ngopi, duduk di warung pinggir gang. Kalau diajak patungan tadi, mendadak katanya dompet hilang.
  2. Ulin ka lembur naek delman,
    ongkosna ngan lima rebu.
    Boga sobat kawas anjeun,
    nginjeum duit poho mulangkeun.
    Arti: Main ke kampung naik delman, ongkosnya hanya lima ribu. Punya sahabat seperti kamu, pinjam uang lupa mengembalikan.
  3. Kembang malati di pakarangan,
    seungitna kaambeu ti jalan.
    Sobat nu sok ngabaturan,
    sanajan dompet kosong pisan.
    Arti: Bunga melati di pekarangan, wanginya tercium dari jalan. Sahabat yang selalu menemani, meskipun dompet kosong sekali.
  4. Meuli combro di Ciwidey,
    haneut keneh tina wajan.
    Sobat ulah ngabodor wae,
    gawe oge kudu jalan.
    Arti: Membeli combro di Ciwidey, masih hangat dari wajan. Sahabat jangan melawak saja, kerja juga harus jalan.
  5. Ka Garut meuli dodol,
    dibawa ka Tasikmalaya.
    Sobat mun geus boga mobil,
    ulah poho ka baturna.
    Arti: Ke Garut membeli dodol, dibawa ke Tasikmalaya. Sahabat kalau sudah punya mobil, jangan lupa pada temannya.

Untuk bahan tambahan dalam bahasa Indonesia, koleksi pantun lucu buat teman dan pantun nyindir punya banyak sasaran candaan yang mirip.

Pantun Sunda Gombal dan Cinta Lucu

Gombalan dalam bahasa Sunda terdengar lebih hangat karena kata seperti "bogoh" (cinta), "nyaah" (sayang), dan "geulis" (cantik) punya bunyi yang lembut. Enam pantun berikut memadukan rayuan dengan pengakuan jujur soal dompet tipis dan nyali kecil.

  1. Bulan ngempray luhureun gunung,
    caangna nepi ka Cikoneng.
    Ningali anjeun kuring bingung,
    rek ngomong malah ngahuleng.
    Arti: Bulan bersinar di atas gunung, terangnya sampai ke Cikoneng. Melihatmu aku bingung, mau bicara malah termenung.
  2. Cai ngocor tina gunung,
    herang ngagenclang ka balong.
    Neuteup anjeun kuring bingung,
    bogoh tapi teu wani ngomong.
    Arti: Air mengalir dari gunung, jernih berkilau ke kolam. Menatapmu aku bingung, cinta tapi tidak berani bicara.
  3. Peuting tiis nginum bajigur,
    haneutna nyecep ka dada.
    Ka anjeun kuring geus jujur,
    bogoh sanajan teu boga harta.
    Arti: Malam dingin minum bajigur, hangatnya meresap ke dada. Padamu aku sudah jujur, cinta meskipun tidak punya harta.
  4. Meuli surabi di sisi pasar,
    kincana gula beureum.
    Ku imut anjeun kuring sasar,
    peuting-peuting teu daek reureuh.
    Arti: Membeli serabi di pinggir pasar, kincanya gula merah. Karena senyummu aku tersesat, malam-malam tidak mau istirahat.
  5. Sangu haneut lauk asin,
    sambelna dicampur oncom.
    Cinta kuring lain maen-maen,
    ngan dompetna keur kosong.
    Arti: Nasi hangat lauk ikan asin, sambalnya dicampur oncom. Cintaku bukan main-main, hanya dompetnya sedang kosong.
  6. Meuli sampeu di Cililin,
    dibubuy nepi ka asak.
    Gombal anjeun unggal poe rajin,
    ari nganjang mah sieun ku bapak.
    Arti: Membeli singkong di Cililin, dibakar sampai matang. Gombalmu setiap hari rajin, tapi berkunjung ke rumah takut sama bapak.

Pantun nomor 18 bisa dipakai sebagai balasan ketika kamu yang digombali. Untuk stok rayuan dalam bahasa Indonesia, lihat pantun gombal lucu dan pantun buat crush salting.

Pantun Sunda Nasihat dan Sindiran Halus

Sisindiran sejak dulu dipakai orang tua untuk menegur tanpa memarahi. Lima pantun berikut menyindir kebiasaan berutang demi gaya, malas belajar, dan suka telat, dengan nada yang masih bisa ditertawakan bersama.

  1. Kadu asak murag ti luhur,
    dipulung ku nu leumpang.
    Hirup mah kudu jujur,
    ulah loba gaya ku hutang.
    Arti: Durian matang jatuh dari atas, dipungut oleh yang berjalan. Hidup harus jujur, jangan banyak gaya dari utang.
  2. Ngala lauk balong tatangga,
    meunang ngan hiji impun.
    Boga HP beuki gaya,
    ka kolot mah tara daek nulung.
    Arti: Menangkap ikan di kolam tetangga, dapatnya hanya satu ikan kecil. Punya HP makin bergaya, membantu orang tua tidak pernah mau.
  3. Daun cau lebar ngagantung,
    dipake bungkus nasi timbel.
    Ari hirup ulah sok bingung,
    gawe sing rajin jeung ulet.
    Arti: Daun pisang lebar bergantung, dipakai membungkus nasi timbel. Hidup jangan suka bingung, bekerja harus rajin dan ulet.
  4. Cilok haneut dijual di pasar,
    sambelna kacang jeung cabe.
    Mun hayang pinter kudu diajar,
    ulah ngalamun bari ulin hape.
    Arti: Cilok hangat dijual di pasar, sambalnya kacang dan cabai. Kalau ingin pintar harus belajar, jangan melamun sambil main HP.
  5. Hayam ngorek di pakarangan,
    neangan cacing keur sarapan.
    Jangjina mah isuk-isuk pisan,
    datangna meh sore, ngan alesan.
    Arti: Ayam mengais di pekarangan, mencari cacing untuk sarapan. Janjinya pagi-pagi sekali, datangnya hampir sore, hanya alasan.

Pola nasihat seperti ini juga banyak dipakai dalam pantun tentang pendidikan. Kalau kamu butuh pembuka acara keluarga, pantun assalamualaikum lucu bisa digabung dengan satu sisindiran di atas.

Ilustrasi orang tua menyampaikan pantun nasihat dengan suasana santai dan lucu
Sindiran halus lebih mudah diterima ketika disampaikan dengan rima, senyum, dan suasana santai.

Cara Membuat Pantun Sunda Sendiri

Membuat sisindiran tidak harus menunggu lancar berbahasa Sunda. Mulailah dari isi, lalu cari sampiran yang bunyinya cocok. Langkah berikut dipakai untuk semua contoh di artikel ini.

  1. Tentukan isi dalam bahasa Indonesia dulu, misalnya "janji bangun subuh, bangunnya siang".
  2. Terjemahkan isi dengan kosakata sederhana: "rek hudang subuh" dan "hudangna wanci lohor".
  3. Catat bunyi akhir baris isi, di sini "-uh" dan "-or".
  4. Cari benda atau tempat khas Sunda yang bunyinya cocok: "hawu" (tungku) untuk "-uh", "jero" (dalam) untuk "-or".
  5. Susun sampiran yang masuk akal sebagai gambaran: "Sampeu dibubuy dina hawu, asakna nepi ka jero".
  6. Baca keras-keras. Setiap baris idealnya delapan suku kata, tetapi selisih satu atau dua suku kata masih terdengar wajar.
  7. Cek tingkat tutur. Ganti "maneh" dengan "anjeun" kalau pantun akan dibaca orang yang lebih tua.

Perhatikan juga ejaan. Bahasa Sunda memakai bunyi "eu" seperti pada "peuyeum" dan "beureum", yang tidak ada dalam bahasa Indonesia. Kesalahan yang sering muncul adalah menulis "peyem" atau "berem". Kalau ragu, cek di kamus daring atau tanya penutur asli sebelum pantunnya dikirim ke grup keluarga. Untuk ide struktur singkat, lihat pantun 2 baris, dan untuk stok sampiran bahasa Indonesia, baca kumpulan 100 pantun lucu atau contoh pantun jenaka. Pantun yang sudah jadi juga bisa dipakai sebagai kata-kata lucu buat status.

FAQ Pantun Bahasa Sunda

Apa nama pantun dalam bahasa Sunda?

Pantun dalam bahasa Sunda disebut sisindiran. Bentuknya empat baris berima a-b-a-b dengan dua baris sampiran (cangkang) dan dua baris isi (eusi).

Apa bedanya paparikan dan rarakitan?

Pada paparikan, sampiran dan isi hanya terhubung lewat bunyi akhir. Pada rarakitan, kata pertama baris sampiran diulang di awal baris isi, sehingga terasa lebih berirama.

Apakah pantun Sunda lucu di artikel ini boleh dikirim ke orang tua?

Sebagian besar memakai basa loma yang akrab. Untuk orang tua, ganti kata "kuring" menjadi "abdi" dan "maneh" menjadi "anjeun", lalu pilih pantun bertema nasihat atau keluarga.

Bagaimana cara membaca bunyi "eu" dalam bahasa Sunda?

Bunyi "eu" dibaca seperti "e" pepet yang lebih panjang dan bulat, misalnya pada "peuyeum" dan "beureum". Bunyi ini tidak ada dalam bahasa Indonesia, jadi dengarkan penutur asli bila memungkinkan.

Berapa suku kata tiap baris sisindiran?

Bentuk klasik memakai delapan suku kata per baris. Dalam pantun bercanda sehari-hari, selisih satu atau dua suku kata masih dianggap wajar selama rimanya terjaga.

Apakah semua pantun di sini karangan asli?

Ya, 25 pantun bernomor adalah karangan sendiri. Satu-satunya kutipan adalah contoh wawangsalan tradisional yang sudah turun-temurun di masyarakat Sunda.

Di mana pantun Sunda biasa dipakai?

Di acara keluarga, pembuka sambutan, pertunjukan seni tradisi, sampai status media sosial. Untuk grup chat, pilih pantun pendek bertema kebiasaan sehari-hari supaya cepat dipahami.

Rekomendasi Bacaan Ngakak Lainnya

Jalur Humor Populer

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait