Stand Up Abdur: Main Bola di Timur Baru Selesai Kalau Sudah Baku Pukul (SUCI 4)
Abdur Arsyad membawakan tema olahraga dengan sudut pandang anak Indonesia Timur: sepak bola kampung, klub daerah, dan tribun yang tidak kebagian listrik.
Durasi 5:27 · Diunggah 6 Juni 2020 oleh Stand Up Kompas TV · Tonton di YouTube
Tentang video ini
Abdurrahim Arsyad, yang lebih dikenal sebagai Abdur, adalah runner up SUCI Kompas TV musim keempat tahun 2014. Ia terkenal dengan materi yang mengangkat keresahan masyarakat Indonesia Timur, dibawakan dengan logat khas dan wajah serius. Di penampilan ini, tema yang diberikan adalah olahraga, dan Abdur mengolahnya menjadi komedi yang sekaligus menyindir.
Ia membandingkan klub besar seperti Persija dan Arema dengan klub dari daerahnya, lalu masuk ke inti materi: di kampungnya, pertandingan bola tidak diukur dengan dua kali 45 menit. Pertandingan baru dianggap selesai kalau sudah terjadi baku pukul. Abdur juga bercerita soal pengalamannya menonton Arema di stadion, tribun yang terbagi-bagi, dan perbandingan tribun barat yang terang benderang dengan tribun timur yang masih gelap tanpa listrik.
Kekuatan video ini ada di lapisan kedua leluconnya. Penonton tertawa, tapi sindiran soal ketimpangan pembangunan tetap terasa. Juri di akhir video menyebut ciri Abdur sebagai tawa yang kecut: lucu, tapi ada rasa sedih yang ikut terbawa. Tonton kalau kamu suka komedi yang punya isi.
Video diputar langsung dari channel YouTube resmi Stand Up Kompas TV. Hak cipta sepenuhnya milik pemilik channel; Ngakak Boz hanya menyematkan dan menulis ulasannya.









